Sistem Cashless Society Asia: Membandingkan Tiongkok, Jepang, dan Korea.

Sistem Cashless Society Asia: Membandingkan Tiongkok, Jepang, dan Korea.

0 0
Read Time:1 Minute, 23 Second

Sistem cashless society atau masyarakat tanpa tunai telah berkembang pesat di Asia, namun dengan pendekatan dan tingkat adopsi yang berbeda-beda di Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Ketiga negara ini menawarkan studi kasus menarik tentang bagaimana teknologi pembayaran digital diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, didorong oleh inovasi, kebijakan pemerintah, dan preferensi konsumen.

Tiongkok adalah yang terdepan dalam revolusi cashless, terutama didorong oleh dominasi aplikasi seperti WeChat Pay dan Alipay. Pembayaran digital adalah standar di hampir semua aspek kehidupan, mulai dari toko kelontong kecil hingga transportasi umum. Keberhasilan Tiongkok terletak pada adopsi yang masif di kalangan konsumen dan pedagang, kemudahan penggunaan aplikasi, dan infrastruktur pembayaran digital yang sangat maju yang didukung oleh pemerintah.

Jepang, meskipun terkenal dengan inovasi teknologi, secara tradisional masih sangat bergantung pada uang tunai. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah mendorong pembayaran cashless untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung pariwisata. Pembayaran dengan kartu kredit, kartu transportasi IC (seperti Suica atau Pasmo), dan dompet digital (seperti PayPay dan Line Pay) semakin populer, meskipun uang tunai tetap menjadi pilihan yang kuat, terutama di toko-toko kecil.

Korea Selatan telah berhasil mencapai tingkat adopsi cashless yang sangat tinggi, terutama melalui penggunaan kartu kredit dan debit. Hampir setiap transaksi dapat dilakukan dengan kartu, dan dompet digital seperti Kakao Pay dan Naver Pay juga semakin banyak digunakan. Pemerintah memainkan peran penting dengan memberikan insentif pajak untuk penggunaan kartu dan menetapkan batas bawah transaksi cashless untuk pedagang.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa meskipun tujuan akhirnya adalah masyarakat tanpa tunai, jalur menuju ke sana dapat sangat bervariasi. Faktor-faktor seperti budaya, regulasi, dan ekosistem teknologi lokal memainkan peran krusial dalam membentuk lanskap pembayaran digital di masing-masing negara Asia ini.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %